gates of olympus slot
spaceman slot
slot bonus
rtp
server thailand
bonus new member
slot bet 10ribu
joker123 gaming
sbobet88

Multitasking Level Tinggi! Ibu Muda Ini Sukses Tamat S2 dengan IPK 4.00

Menjalani perkuliahan S2 bukan hal yang mudah. Tugas menumpuk, jadwal kuliah bappedawng.id yang padat, dan tuntutan penelitian sering kali membuat mahasiswa kewalahan. Namun, tantangan itu justru menjadi pijakan kuat bagi Sri Astutiningsih, ibu muda yang berhasil menyelesaikan studi S2 di Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan IPK sempurna, 4.00, meski harus mengurus balita setiap hari.
Kisahnya menjadi bukti bahwa mimpi tidak harus berhenti hanya karena seseorang memiliki tanggung jawab keluarga.

Manajemen Waktu Jadi Kunci Utama

Dengan rutinitas sebagai ibu, Sri harus menyesuaikan waktu antara edisisulsel.id mengurus anak, mengerjakan tugas kuliah, hingga melakukan riset untuk tesis. Setiap pagi ia memulai hari lebih awal untuk mempersiapkan keperluan keluarga, lalu melanjutkan aktivitas akademiknya ketika anak sedang tidur atau bermain.

Sri mengakui bahwa masa-masa tersebut tidak selalu mulus. Ada kalanya ia harus menenangkan anak yang rewel di tengah pengerjaan tugas. Namun, konsistensinya dalam mengatur prioritas membuat ia tetap dapat menyelesaikan setiap tanggung jawab tanpa mengabaikan salah satunya. Inilah yang kemudian membentuk disiplin dan ketangguhan mentalnya selama kuliah.

Dukungan Keluarga dan Lingkungan Kampus

Keberhasilan Sri tidak lepas dari dukungan keluarga, terutama suami dan orang tua yang selalu siap membantu ketika kegiatan kuliah sedang padat. Lingkungan kampus juga memberikan fleksibilitas, seperti kesempatan mengikuti kelas daring dan bimbingan yang menyesuaikan kondisi mahasiswa.
Kombinasi dukungan moral, komunikasi yang baik, dan pemahaman dari orang terdekat membuat Sri bisa fokus meskipun harus berperan ganda.

Konsistensi dalam Akademik hingga Berbuah IPK Sempurna

Raihan IPK 4.00 bukan hal yang datang secara instan. Sri membangun pencapaiannya melalui kebiasaan belajar yang teratur, mencatat materi perkuliahan dengan rapi, serta aktif berdiskusi dengan dosen maupun teman sekelas.
Ia juga cukup selektif dalam memilih topik tesis, memastikan tema yang diambil bisa dikerjakan secara efisien namun tetap memberikan dampak akademik yang kuat. Proses penelitian yang terarah membuat tugas akhirnya selesai tepat waktu dengan hasil sangat memuaskan.

Inspirasi untuk Mahasiswa dan Ibu Muda di Indonesia

Kisah Sri Astutiningsih menjadi bukti bahwa ibu rumah tangga tetap dapat berprestasi tinggi di dunia akademik. Ia ingin menginspirasi ibu-ibu muda lain agar tidak ragu melanjutkan pendidikan, asalkan diiringi dengan perencanaan yang matang dan dukungan dari lingkungan sekitar.
Baginya, menjadi ibu bukan alasan untuk berhenti mengejar impian. Sebaliknya, peran tersebut justru menjadi sumber kekuatan dan motivasi untuk memberikan contoh terbaik bagi anak-anak.

Penutup

Perjalanan Sri menunjukkan bahwa pendidikan dan keluarga dapat berjalan berdampingan. Dengan komitmen, disiplin, serta dukungan yang tepat, setiap orang memiliki kesempatan untuk meraih prestasi tertinggi.
Perjuangannya dalam meraih IPK 4.00 di UGM sambil mengurus balita menjadi cerita inspiratif yang layak diapresiasi dan menjadi motivasi bagi banyak orang yang sedang mengejar mimpi mereka.

Exit mobile version